Jumat, 30 Agustus 2024

Perlawanan terhadap Kebodohan Sebagai Bentuk Perjuangan Kemerdekaan

 



 Apa itu kemerdekaan?

Sebelum memahami arti kemerdekaan, kita harus tahu terlebih dahulu arti dari kata "Merdeka". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti merdeka adalah bebas, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, dan tidak terikat. Asal usul kata "Merdeka" yaitu berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu "maharddhika" yang berarti kaya, sejahtera, dan kuat. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa "Kemerdekaan" ialah keadaan dimana kita berdiri sendiri dan bebas dari tuntutan atau kekangan sehingga kita dapat hidup dengan kuat dan sejahtera. merdeka bukan hanya sekedar kata, akan tetapi merdeka memiliki makna yang dalam dan menggambarkan semangat penuh perjuangan untuk memperoleh kebebasan. 



Dilihat dari sudut pandang sejarah, kemerdekaan memiliki arti keadaan dimana kita bebas dari penjajahan bangsa asing. Dan kita telah merdeka dari penjajahan tersebut sejak 17 Agustus 1945, dimana Presiden Sukarno memproklamasikan kemerdekaan sebagai simbol dari kemerdekaan tersebut. Dengan penuh semangat perjuangan dan perlawanan para pahlawan terhadap para penjajah itulah kita bisa merdeka dari masa penjajahan tersebut. Dan salah satu penyebab kenapa bangsa kita bisa dijajah adalah karena kebodohan bangsa kita sendiri.

Kebodohan sebagai penyebab bangsa kita dijajah

Salah satu alasan dimana bangsa kita dijajah itu adalah karena kebodohan bangsa kita sendiri. Dilihat dari sudut pandang sejarah, Kerajaan Ternate yang merupakan salah satu dari dua kesultanan besar islam di wilayah maluku runtuh akibat teknik permainan politik adu domba yang dilakukan bangsa asing, hal itu menjadi bukti dimana kebodohan bisa menjadi salah satu penyebab bangsa kita dijajah oleh bangsa asing. dan masih banyak lagi kejadian-kejadian dimana bangsa kita sering dipermainkan oleh bangsa asing.


Sebagai bentuk perlawanan para pahlawan terhadap bangsa asing ialah dengan belajar, supaya apa?, supaya bangsa kita tidak mudah dibodohi oleh bangsa lain. Banyak dari para tokoh pahlawan yang menjadi inspirasi bagi kita diantaranya adalah Bung Hatta yang menempuh pendidikan di Universitas Erasmus Rotterdam, di Belanda, Sutan Sjahrir yang melanjutkan pendidikan di Universitas Amsterdam di Belanda, dan masih banyak lagi. Para Pahlawan tidak hanya menuntut ilmu di lembaga pendidikan formal saja, tetapi juga belajar dari pengalaman hidup, perjuangan, dan semangat nasionalisme.
Selain kebodohan, juga terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan bangsa kita dapat ditundukkan oleh bangsa asing antara lain; kondisi teknologi yang masih tertinggal, perpecahan, kekuatan militer bangsa penjajah yang lebih besar, dan ketidakmampuan bangsa kita melawan persenjataan bangsa penjajah.

Penjajahan pada masa kini

Sumber: Medcom.id


Meski kita telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945 lalu, akan tetapi negara kita masih terjajah pada saat ini. Penjajahan pada masa kini berbeda dengan penjajahan pada masa kolonialisme. Di era modern ini, penjajahan masih sering terjadi dalam bentuk kasat mata atau jelas maupun yang tak kasat mata atau secara halus, seperti penjajahan terhadap hak suara rakyat. suara kritik dari rakyat terhadap pemerintahan sering kali tidak didengar oleh pemerintah. dan juga banyaknya kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang yang secara hukum mengurangi, menghalangi, sera mencabut hak asasi manusia dan itu menyebabkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan serta merusak perdamaian dan memicu konflik yang lebih besar. Dalam hal ini kita tidak hanya dijajah oleh bangsa asing, akan tetapi kita masih dijajah oleh bangsa kita sendiri, artinya kita belum bebas, belum merdeka.
Selain daripada itu, kini masyarakat Indonesia juga sedang dijajah oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat, yang mana semuanya serba mudah sehingga kita mengalami ketergantungan terhadap teknologi secara berlebihan bahkan disebut juga dengan "Penjajahan Digital".  
Inilah alasan kenapa kita harus memperjuangkan kemerdekaan kita dengan cara apa? tentu saja kita harus belajar supaya kita tahu keadaan saat ini dan bahkan bisa memprediksi kemungkinan-kemungkinan  yang akan terjadi pada masa mendatang, dan yang paling utama adalah supaya kita tidak dibodohi oleh bangsa sendiri maupun bangsa asing.

Bentuk Perlawanan terhadap kebodohan


Bagaimana cara kita untuk melawan kebodohan jika kita tidak mempunyai pengetahuan dan wawasan yang cukup? Dalam hal ini kami melakukan upaya perlawanan terhadap kebodohan tersebut dengan kegiatan literasi serta berdiskusi. Kegiatan literasi sangat penting dalam upaya ini, kita perlu pengetahuan serta wawasan untuk meningkatkan kesadaran akan keadaan saat ini. dan tentu saja dilanjutkan dengan berdiskusi, setelah kita mendapatkan sebuah pemahaman akan sesuatu, alangkah baiknya kita lanjutkan dengan kegiatan berdiskusi. dengan berdiskusi, kita saling berbagi pengetahuan dan bisa mendapatkan wawasan dan pandangan baru mengenai pengetahuan tersebut, dan jika ada pandangan yang berbeda, dengan berdiskusi akan menghasilkan suatu kesimpulan. kegiatan ini juga melatih kritisisme serta rasionalitas kita, yang mana itu adalah hal paling penting dalam upaya melawan kebodohan.

Cukup sekian, Saya Adi Trisna Nugraha, Mahasiswa S1 Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Mengucapkan Terimakasih




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sering dianggap gila, inilah beberapa pemikiran Diogenes yang ternyata relevan untuk anak muda jaman sekarang.

  Sering dianggap gila, inilah beberapa pemikiran Diogenes yang ternyata relevan untuk anak muda jaman sekarang.   Diogenes, juga dikenal se...